Kandangan, BANUALOGI – Pekik ‘Ke Lereng!’ oleh warga sambil berlarian, saat kedatangan tentara musuh ke sekitaran wilayah yang kini menjadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Hal itu sering terjadi di zaman Pemerintahan Hindia Belanda.
Situasi itulah yang menjadi asal-usul nama Desa Kaliring, Kecamatan Padang Batung.
Wilayah Kecamatan Padang Batung dan sekitarnya, berupa hutan, dataran, hingga sungai.
Sekretaris Desa (Sekdes) Kaliring Jafar Siddiq mengatakan, berdasarkan cerita dari orang tua pada zaman dahulu, warga di sekitar wilayah itu tinggal dengan berkelompok-kelompok.
Sekitar zaman pemerintahan Hindia Belanda, warga yang dianggap memberontak sering lari dan bersembunyi ke wilayah hutan perbukitan.
Pun demikian tiap ada pasukan militer Hindia Belanda datang, warga yang takut, juga berlarian menuju persembunyian itu.
“Ayo kita sembunyi ke lereng,” ucap Jafar, mencontohkan percakapan warga zaman dahulu saat kedatangan pasukan musuh.
Jafar menerangkan, dialek ataupun pengucapan warga lokal untuk huruf e dilafalkan menjadi a atau i.
Sehingga ke lereng dilafalkan menjadi ‘ka liring’.
“Ucapan ‘Kaliring’ akhirnya menjadi umum dan kebiasaan, bagi warga,” ujarnya, saat menjadi narasumber dalam gelar wicara di Studio K-Radio Purnama Nada 98,2 FM Kandangan, Senin (11/8/2025) lalu.
Sehingga sebutan ‘Kaliring’ melekat, untuk wilayah yang menjadi persembunyian itu.
Lama kelamaan Kaliring menjadi nama kampung, hingga akhirnya dipatenkan menjadi nama Desa yang kini memiliki 4 RT.
Ia menegaskan, nama Kaliring bukan dari Kelereng mainan anak-anak. Sebab, tidak sedikit orang awam yang mengira demikian.
Dijelaskannya, setelah kemerdekaan Indonesia, sudah ada Desa Kaliring Dalam dan Kaliring Muka, dengan masing-masing juga memiliki kepala desa.
Namun, kini sudah digabung menjadi satu Desa Kaliring.
Menurutnya, Desa Kaliring merupakan wilayah strategis. Jaraknya ke Kandangan, ibukota kabupaten hanya sekitar 5 kilometer.
Sedangkan ke pusat Kecamatan Padang Batung, juga hanya sekitar 5 kilometer.
Desa Kaliring seluas 500 hektare, berbatasan dengan Desa Madang, Batu Bini, Jembatan Merah, Karang Jawa, dan Kelurahan Jambu Hilir.
Wilayahnya menjadi perlintasan utama, untuk menuju Loksado yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Desa Kaliring memiliki sungai, pemukiman di dataran, hingga hutan serta perbukitan yang memiliki kekayaan sumber daya alam batuan, energi, dan lainnya. (*)
